Bermain Fisika Bersama Richard Feynman

Mulai dari perkembangan awal fisika di zaman Yunani, fisika tidak pernah kekurangan figur-figur hebat yang dikenang sepanjang sejarah. Sebut saja Archimedes, Galileo, Newton, Einstein, dan di zaman sekarang Stephen Hawking. Sayangnya, kebesaran figur-figur hebat tersebut masih belum mampu menghapus stereotip fisika di mata umum: rumit dan menjemukan.

Stereotip seperti itu telah melekat sejak lama, entah karena cara penyampaian yang keliru dari fisika atau faktor lain, yang pasti hal tersebut telah membuat fisika ‘disalahartikan‘. Padahal, kalau kita memahami dengan benar, fisika (dan sains secara umumnya) tak ubahnya sebuah mainan yang begitu mengasyikkan. Tidak percaya? Mari kita berkenalan dengan salah seorang fisikawan hebat kita yang sukanya main-main, iseng, dan tidak pernah serius. Perkenalkan, beliau adalah Richard Philip Feynman.

Richard Feynman
Sang Legend Richard Feynman (findagrave)

Richard Philip Feynman, atau Feynman merupakan tokoh besar fisika yang dikenal dengan karya hebat dan kisah-kisah gokil-nya selama hidup yang tertuang dalam dua buah buku autobiografinya. Kisah gokilnya mulai dari keketertarikannya pada sains hingga kejahilannya seperti membuat alarm anti-maling untuk mengerjai orangtuanya, aksinya meniru anjing pelacak, membongkar brangkas, ketertarikan pada seni, riset bom atom, membuat diagram Feynman—yang menyederhanakan makalah berpuluh lembar menjadi sebuah gambar sederhana. Bahkan dia pernah mendapat penghargaan Nobel yang awalnya hendak dia tolak. Kecerdasan Richard bahkan sampai pada pemecahan misteri besar meledaknya pesawat ulang-alik Challenger pada detik ke-73 setelah peluncuran.

Dengan gaya atraktif dan jiwa petualangannya, fisika dan sains menjadi sarana dalam petualangan panjang menyusuri kehidupan dan menerobos batas pengetahuan. Mari kita simak poin-poin dari petualangan serunya tersebut.

Keindahan Sains

Suatu ketika Feynman kecil bertemu dengan temannya yang menyenangi seni, yang seringkali berbeda pandangan dengannya. Temannya mengambil setangkai bunga lalu berkata, “Lihat betapa indahnya bunga ini,” bunga itu memang indah, dan Feynman menyetujuinya. Lalu temannya melanjutkan, “Aku seorang seniman, dapat melihat betapa indahnya setangkai bungan ini. Tapi kamu ilmuwan, mengeratnya menjadi kepingan-kepingan kecil hingga tidak bisa dinikmati lagi!” Tentu saja Feynman menolak. Keindahan yang temannya lihat adalah keindahan yang semua orang bisa lihat. Tapi, bagi Feynman keindahan tidak hanya sebatas pada estetika, ada banyak jenis keindahan lain dari bunga itu.

“Aku dapat membayangkan sel-sel di dalam bunga, yang juga memiliki keindahan tersendiri. Ada keindahan yang tidak terbatas pada dimensi sentimeter, tapi juga pada skala yang lebih kecil.
Banyak sekali peristiwa rumit di dalam sel tersebut, dan juga proses-proses lainnya. Lihatlah warna bunga yang berevolusi untuk menarik serangga datang dan membantu penyerbukan. Ini sangat menarik, karena berarti serangga juga melihat warna-warna tersebut, Ini menambah pertanyaan: apakah estetika yang kita punya juga dimiliki makhluk hidup tingkat rendah (serangga atau yang lebih kecil lagi)? Pertanyaan-pertanyaan lain akan bermunculan, yang dari sisi sains hanya akan menambah keasyikan dan misteri serta kekaguman pada setangkai bunga itu. Aku tidak tidak tahu bagaimana pemahaman ilmiah semacam itu bisa dianggap mengurangi keindahan pada bunga.”

Kebahagiaan Untuk Menemukan Sesuatu Yang Baru

Salah satu penghargaan tertinggi di bidang ilmu pengetahuan adalah hadiah Nobel. Yup… penghargaan ini sangatlah prestige dan diinginkan hampir oleh semua orang, tapi tidak untuk Feynman. Bahkan, ia sempat bermaksud untuk menolak hadiah Nobel tersebut, karena baginya yang terpenting bukan penghargaan.

“Sebenarnya aku sudah mendapatkan penghargaan yang lebih besar daripada penghargaan Nobel, karena kenikmatan menemukan sesuatu merupakan penghargaan yang paling berharga bagiku.” Ungkapnya dalam pidato penerimaan hadiah Nobel.

Feynman menerima Nobel (basicfeynman)

Bagi Richard Feynman, Everything Is Interesting

Inilah prinsip yang dipakai Feynman, yang membuatnya terus bersemangat menelusuri semua bidang yang belum ia mengerti. Tak terbatas pada fisika atau sains, dia berhasil memecahkan tulisan kuno bangsa Maya, melukis berbagai potret, menjadi pemain bongo yang hebat, dan menguasai geografi di berbagai tempat hanya dengan mengoleksi perangko. Semua keberhasilan itu diraihnya karena ia penasaran.

Ia tidak bisa menggambar, maka ia mulai dengan corat-coret di atas kertas. Ia tidak mengerti musik, maka ia memulai dengan asal pukul. Dengan ketertarikan itu pula ia selalu memikirkan sesuatu yang tidak terpikir oleh orang lain, ide yang sederhana tapi mengena. Pokoknya semuanya dia lakukan dengan dasar penasaran dan dorongan hati nurani.

Dengan kesederhanaan berpikirnya, ia bahkan mampu menyederhanakan makalah elektrodimanika kuantum yang berpuluh-puluh halaman menjadi sebuah diagram sederhana yang bernama diagram Feynman. Inilah yang mengantarkan Feynman meraih penghargaan Nobel. Coba teman-teman tebak apa yang mengilhami dia untuk mendapat ide yang luar biasa?? Petunjuk awal ternyata dia dapatkan dari piring yang diputar di kantin kampus. Sangat sederhana bukan?? Jadi yang paling penting sebenarnya adalah pola pikir kita yang terus tergugah untuk mengungkap sesuatu.

Diagram Feynman (Wikipedia)

Selain itu, dengan kecermatan berpikirnya, ia bahkan dapat memecahkan misteri meledaknya pesawat ulang-alik Challenger dan memberikan demonstrasi sederhana yang dapat dimengerti orang awam.

Challenger disaster (pics-about-space)

Itulah potongan kecil dari petualangan seru Feynman, petualangan lengkapnya dapat diikuti di dua buku autobiografinya: Surely You’re Joking Mr Feynman: Adventure of Curious Character (Bahasa Indonesia, Cerdas Jenaka Nobelis Fisika: Petualangan Hidup Richard Feynman), dan “What Do You Care What Other People Think?”: Further Adventures of a Curious Character (Bahasa Indonesia, Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia). Atau simak film dokumenter “The Fantastic Mr. Feynman” berikut:

Demikianlah, kita dapat belajar banyak dari Feynman tentang keindahan sains dan keingintahuan yang dapat mendorong tercapainya suatu penemuan. Fisika (sains) bukan hal rumit dan menjemukan, tapi sebaliknya, ia adalah sarana terbaik yang membuat petualangan hidup menjadi mengasyikkan. Setuju kan??

Sekiranya kita memahami keindahan ilmu pengetahuan dengan benar, tertarik dengan sepenuh hati, bukan hal yang tidak mungkin jika inovasi-inovasi terbaik akan tercapai. Salam Penggagas!!!

Fajrul Falah

Amateur physicist and science writer