Circuit Scribe, Cara Cepat Membuat Rangkaian Listrik

Pensil merupakan salah satu benda yang kerap kita temui di kehidupan sehari-hari. Pensil ini biasanya digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari pelajar, orang kantor, peneliti, dan lain-lain. Isi pensil yang terbuat dari grafit merupakan material konduktor, yaitu material yang dapat menghantarkan arus listrik. Tetapi, grafit sebenarnya tidak terlalu baik dalam hal menghantarkan listrik. Oleh karena itu Circuit scribe memiliki ide unik untuk mengatasi masalah ini.

Dalam praktek praktis pendidikan, sifat konduktor dari isi pensil ditunjukkan dengan menghubungkannya ke dalam rangkaian listrik yang terhubung ke lampu sehingga lampu bisa menyala. Lihat ilustrasi menarik dibawah ini.

Rangkaian listrik dengan pensil (efxkits)

Adapun cara yang lebih menarik yaitu dengan menggambar suatu garis tebal dengan pensil di atas kertas, lalu menghubungkan ujung garis tersebut ke rangkaian listrik yang terhubung ke lampu, sehingga lampu bisa menyala. Pernahkah yang seperti ini terpikirkan oleh teman-teman?? Sistem seperti ini bisa menjadi suatu gagasan menarik dan revolusioner.

Menggambar rangkaian listrik dengan pensil (youtube)

Penerapan tersebut pada dasarnya adalah penerapan yang sangat menarik, dan lebih menarik lagi jika ide tersebut dikembangkan lagi. Setujukah teman-teman?? Iya, apalagi dikembangkan menjadi startup.

Itulah yang dilakukan oleh tim Electroninks, mereka berinovasi membuat project circuit scribe dengan produk bernama conductive pen. Ide yang sangat simple tetapi sangat inovatif dan berguna sekali untuk masyarakat terutama pelajar.

Conductive Pen: Pulpen Revolusioner Dunia Pembelajaran Fisika dan Elektronika

Teman-teman pasti sudah terbayangkan apa itu Conductive pen dari pendahuluan diatas kan??. Yup… Conductive pen adalah sebuah pulpen dengan tinta khusus yang memungkinkan penggunanya membuat sebuah rangkaian listrik cukup dengan menggambarnya di atas kertas.

Prinsipnya sangatlah sederhana. Layaknya menggunakan pensil sebagai konduktor, Conductive pen dapat digunakan dengan menggambar garis tebal. Bedanya, circuit scribe ini disempurnakan secara khusus. Tingkat konduktivitas dari conductive pen telah disesuaikan sehingga nilainya jauh lebih baik daripada pensil, dan arus akan mengalir dengan mudah pada tinta conductive pen

Lihat ilustrasi keren dibawah ini.

Demonstrasi Conductive pen (sourcefeed)

Resistor pen: Pulpen Spesial  Circuit Scribe untuk Memanipulasi Resistensi

Selain conductive pen, dalam project circuit scribe tim Electroninks juga membuat inovasi lain, yaitu resistor pen. Berbeda dengan conductive pen yang ditujukan untuk “penyambung rangkaian listrik”, resistor pen merupakan pulpen dengan tinta khusus yang memungkinkan penggunanya untuk membuat resistor (hambatan listrik) dengan menggambar.

Tingkat resistensi resistor pen bergantung pada panjang garis yang digambar, nilainya dapat diatur sesuai keinginan karena resistor pen telah memiliki spesifikasi sendiri-sendiri nilai hambatan tiap cm-nya.

Untuk lebih jelasnya, simak video berikut:


Dan kunjungi webnya di Elektroninks

Seperti yang kita lihat di atas, inovasi yang dilakukan tim Elektroninks sebenarnya bermula dari ide sederhana. Yup.. benar ide yang sangat sederhana, yaitu yang semula rangkaian listrik dengan pensil diganti dengan inovasi dengan bahan lain yang lebih baik sehingga menjadi Conductive pen, Resistor pen, dan seterusnya.

*Sebagai tambahan, project circuit scribe tersebut mendapatkan pendanaan dari Kickstarter dengan kampanye awal mereka pada 19 November 2013. Sebenarnya inovasi ini terbilang sudah lama, tetapi masih kurang terdengar apalagi di Indonesia.

Sekian artikel tentang inovasi berbasis idea teknologi. Inovasi ini sangatlah simple tapi bisa memacu pikiran kita untuk mendapatkan ide yang jauh lebih baik lagi. Semoga dapat menambah pengetahuan baru dan bermanfaat bahi kita semua.