Tim Indonesia Berhasil Menjuarai Kompetisi Global GE Jet Engine Inspection Challenge

Kabar gembira untuk Indonesia!

Tim dari Indonesia berhasil meraih peringkat pertama dalam kompetisi Jet Engine Inspection Design Challenge, yang diselenggarakan oleh GE (General Electric) dan Fuse. Design dan sistem dari tim yang diketuai oleh Arfian Fuadi ini berhasil mengalahkan 47 design yang diajukan oleh engineer-engineer terbaik dari seluruh dunia.

Jet Engine Inspection Challenge

Di dunia penerbangan, perawatan mesin jet pesawat merupakan bagian yang sangat penting, untuk memastikan pesawat selalu terbang dalam kondisi sempurna. Kompetisi ini menantang para pemikir dari seluruh dunia untuk membuat sistem inspeksi dan perawatan mesin yang lebih efisien, melampaui metode yang sudah dipakai selama puluhan tahun.

Dengan meningkatnya efisiensi dan produktifitas, mekanisme inspeksi baru ini akan meningkatkan keamanan dan meningkatkan efisiensi serta performa dalam industri penerbangan.

Proses inspeksi mesin jet saat ini

Global challenge ini dihelat pada platform Fuse. Fuse adalah sebuat platform yang dibangun oleh General Electric dan Local Motors yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang (hampir) tidak terpecahkan.

Tim dari Salatiga Indonesia ini membuat sebuah sistem baru bernama Intelligent Borescope Imaging System (IBIS), yang pada akhirnya menjuarai kompetisi ini.

“Tim ini menciptakan solusi yang unik untuk masing-masing elemen dari tantangan kami. Mereka membuat teknologi hebat dan solusi terbaik dengan rincian desain yang sangat spesifik… [] dan semua itu memungkinkan kami untuk melakukan pengembangan produk ini secara nyata,” keterangan dari tim juri.

Berikut adalah daftar pemenang dari kompetisi ini:

1. Arfian Fuadi, Indonesia
2. Rafael Juarez Lugo, US
3. Debashish, India
4. Cristhian Quintero, Columbia
5. Christian Oekermann, Germany

Membangkitkan Optimisme

Satu hal yang patut kita teladani dari kemenangan ini adalah optimisme; bahwa Indonesia bisa menjadi yang terbaik di kancah dunia. Terlepas dari kondisi bangsa yang sedang mengalami banyak krisis kepercayaan diri, pemuda-pemuda Indonesia ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkarya dan menjadi pemain utama di dunia global.

“Jika ilmu dan ide itu didasarkan pada niat baik, niscaya akan ada kekuatan yang sangat besar (Tuhan) yang akan selalu membantu dan menuntunmu, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia yang lain .” ~Arfian Fuadi

Mari kita tengok ke belakang sejenak, empat tahun yang lalu pada tahun 2013. Tim dengan orang yang sama juga berhasil menjuarai kompetisi Jet Engine Bracket Design, yang diselenggarakan oleh General Electric dan GrabCAD. Mengalahkan lebih dari 700 rancangan bracket oleh engineer terbaik dari 56 negara di dunia.

Betapa hebatnya, kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh perusahaan besar dunia sekelas GE, dua kali dimenangkan oleh pemuda asal Indonesia.

Tak Henti Membuat Manfaat

Arfian, mewakili team DTECH-ENGINEERING menuturkan, tujuannya untuk mengikuti challenge global ini adalah agar bisa memberi manfaat secara lebih luas, memberi manfaat untuk masyarakat seluruh dunia. Arfian pun menjelaskan, bahwa challenge ini merupakan bagian kecil dari harapan besarnya untuk terus memberi manfaat.

Selain mengejar manfaat melalui kompetisi global, saat ini Arfian dan tim sedang mengerjakan project lain bernama Nyayur—yang mereka bilang sebagai project yang jauh lebih besar. Bukan project berupa global challenge, tapi merupakan project nyata yang bertujuan untuk menumbuhkan, merawat, memperkuat dan meningkatkan daya saing bisnis kecil, UMKM dan di Indonesia dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Project Nyayur ini baru saja dirilis minggu lalu, dan rupanya mendapat sambutan yang positif di masyarakat.

Semoga kabar positif ini bisa memberi inspirasi dan memotivasi teman-teman semua untuk berani berkarya di dunia global, dan meningkatkan semangat untuk terus memberi manfaat ke semua orang.

Salam penggagas!

Fajrul Falah

Sedang belajar fisika di Universitas Diponegoro. Suka membaca dan menulis.