Mendapatkan Ide Kreatif dengan Berlibur Ala Imuwan-ilmuwan Ternama Dunia

Pernahkah anda merasa buntu saat memikirkan suatu ide? Atau merasa jenuh ketika mengerjakan sesuatu? Saya tebak pasti pernah. Lalu, apa yang harus anda lakukan untuk mengatasinya? Salah satunya adalah berlibur. Berlibur? Iya, tepat sekali, berlibur dapat menuntun anda untuk mendapatkan ide baru. Banyak ide-ide besar dunia yang juga berawal dari fase berlibur tersebut.

Berikut adalah beberapa contohnya.

Nikola Tesla

Nikola Tesla (google)

Tahun 1880, Nikola Tesla bekerja sementara pada kantor pusat telegraf di Budapest. Selama waktu itu di sela-sela pekerjaannya Tesla selalu memikirkan desain generator listrik AC yang telah lama ia impikan. Sistem listrik AC tersebut menurutnya lebih efektif daripada listrik DC untuk sistem listrik skala besar. Meskipun begitu Tesla belum memiliki inspirasi bagaimana sistem listrik akan dibuat. Yup.. pada saat itu memang Nikola Tesla sedang mengalami stuck untuk pembuatan ide tersebut.

Suatu sore Tesla merasa suntuk dan terganggu dengan suasana di kantor, sehingga ia memutuskan untuk keluar kantor dan berjalan kaki santai menuju taman kota. Selama perjalanan itulah ide-ide baru mengenai desain generator listrik AC bermunculan. Ide tersebut muncul setelah sekian lama Tesla memikirkannya. “The idea come to me like a lightning flash,” jelas Tesla mengenai datangnya ide itu, yang kemudian ia sempurnakan.

Ketika kita bekerja secara intense atau terus menerus justru saat itulah kita menemui jalan buntu. Sedangkan ketika kita sedang dalam kondisi relaks seringkali kita menemukan banyak inspirasi. Tentu saja bukan hanya inspirasi yang biasa saja yang didapat tetapi juga inspirasi revolusioner yang terkadang melebihi ekspektasi kita. Untuk itulah otak kita masih menyimpan banyal sekali misteri.

Henri Poincare

Henri Poincare (laroisse)

Selanjutnya salah satu ilmuwan besar Prancis abad ke-19, Henri Poincare. Dia adalah seorang polymath yaitu orang yang menguasai banyak bidang mulai dari matematika, fisika teori, dan filsafat ilmu pengetahuan. Suatu saat Poincare sedang berusaha menyelesaikan sebuah kasus matematika yang saat itu belum terpecahkan. Maka, selama sekitar 2 jam setiap hari ia duduk di kursi memikirkan kombinasi yang tepat untuk menyelesaikan kasus matematika itu. Lima belas hari berlalu, usaha Poincare belum membuahkan hasil, dan hal itu membuatnya jenuh.

Hari berikutnya Poincare tidak lagi duduk di kursi untuk menyelesaikan kasus itu. Sore hari ia lebih memilih bersantai dengan meminum kopi hitam, yang pada akhirnya membuatnya tidak bisa tidur di malam harinya. Tiba-tiba, ide-ide baru bercmunculan, datang bertubi-tubi membentuk kombinasi yang sesuai untuk menyelesaikan kasus matematika itu.

Esoknya, Poincare kembali menyelesaikan kasus itu, dan benar saja, dengan ide baru yang di dapatnya kemarin sore dan hanya butuh beberapa jam saja sampai akhirnya kasus matematika itu terpecahkan. Mungkin teman-teman juga pernah merasakan hal yang seperti ini bukan??

Contoh Lain

Selain apa yang terjadi pada Tesla dan Poincare, tentu saja ada banyak contoh lainnya, seseorang yang mendapatkan ide ketika mereka sedang berlibur, atau sedang tidak memikirkannya. Contoh lain yang terkenal, Archimedes mendapatkan ide untuk menguji keaslian mahkota raja ketika ia sedang bersantai berendam di bak mandi. Lalu Sigmund Freud berhasil mengintegrasikan pemikirannya menjadi sebuah teori lengkap ketika ia sedang berlibur mendaki gunung. Tokoh zaman modern seperti mendiang Steve Jobs juga demikian, mengkhususkan waktu berlibur untuk mendapatkan ide inovasi baru. Dan tentu saja, anda mungkin juga pernah mengalaminya, mendapat ide ketika anda sedang berlibur, santai dan tidak serius memikirkan ide tersebut.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Proses sebenarnya masih belum diketahui dengan pasti, tetapi singkatnya, saat melakukan hal yang tidak biasa kita lakukan, seperti berkunjung ke tempat baru, pikiran kita akan terbuka lebih lebar. Kegiatan baru atau lingkungan baru tersebut memungkinkan kita terlepas dari penjara mental yang terbentuk dari rutinitas kita, sehingga ide-ide yang tak terpikirkan sebelumnya akan muncul satu per satu. Selain itu dengan berlibur kita juga akan belajar melihat masalah dari sudut pandang lain. Dengan begitu, keobjectivan cara berfikir akan muncul sehingga masalah akan lebih mudah terselesaikan.

ide (kairos)

Bukan Sekedar Berlibur

Namun perlu diperhatikan juga, bahwa ide tidak akan bisa didapatkan dengan sekedar berlibur. Yang seharusnya dilakukan adalah memikirkan ide tersebut terlebih dahulu secara serius: membaca buku, riset, dan sejenisnya, baru ketika sudah mentok, berlibur dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan ide-ide kreatif baru.

Berlibur tidak harus berupa kegiatan yang menghabiskan banyak uang. Inti dari berlibur di sini adalah untuk sesekali lepas dari rutinitas kita, dan itu dapat dilakukan dengan banyak hal: mulai dari mengambil rute berbeda menuju kantor, mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, makan di tempat baru, menata kembali perabot rumah ke posisi baru, atau cara yang paling murah cukup dengan membayangkan diri anda berjalan-jalan di tempat wisata yang anda inginkan.

Karena itu, jika sekarang anda sedang suntuk memikirkan ide—padahal sudah berusaha mencarinya, atau mungkin jenuh untuk melakukan sesuatu, cobalah berhenti sejenak untuk berlibur. Tak perlu berlibur jauh-jauh, cukup mulai dengan keluar ruangan dan menghirup udara segar. Sangat sederhana dan praktis bukan?? Yuk.. teman-teman mari terus berinovasi dan mencari ide dengan cara menyenangkan.

Fajrul Falah

Amateur physicist and science writer