Menghentikan Terbentuknya Bekas Luka Sebelum Terjadi

Kebanyakan orang mulai memiliki bekas luka di usia dini. Mulai dengan lutut tergores dan siku lecet akibat terjatuh. Sementara itu, banyak juga luka yang sembuh seiring berjalannya waktu. Jenis bekas luka yang lebih berat seperti keloid dan bekas luka dari luka bakar sebagian besar susah diobati. Jenis tersebut dapat berhubungan dengan hilangnya fungsionalitas permanen dan dalam kasus yang parah dapat membawa stigma seperti kecacatan. Sekarang para ilmuwan sedang mengembangkan senyawa baru yang bisa menghentikan bekas luka dari pembentukannya sebelum bekas luka tersebut terjadi.

Para peneliti mempresentasikan karya mereka pada tanggal 21 Agustus di 252 National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS).

“Sistem perawatan kami sedang dikembangkan dan difokuskan pada kebutuhan utama pasien dengan luka bakar, keloid dan Dupuytren contracture, hand deformity,” kata Swaminathan Iyer, Ph.D. “Pasien ini memiliki bekas luka yang parah dan dapat mengganggu gerakan mereka. Tidak ada pengobatan yang tersedia saat ini untuk mereka, dan kami ingin mengubah ini.”

Bekas Luka yang telah menjadi Momok Bagi Banyak Orang

Luka bakar menyebabkan puluhan ribu orang di Amerika setiap tahun dirawat di rumah sakit, menurut American Burn Association. Sekitar 250.000 pasien AS menjalani perawatan bedah setiap tahun untuk keloid yang yang telah terbentuk, bekas luka yang menyebar, dan untuk jenis lain dari bekas luka yang parah, kata Iyer. Dan survei oleh RTI International menemukan bahwa sekitar 7 persen orang Amerika memiliki Dupuytren contracture, kondisi tangan yang terjadi ketika jaringan penghubung di bawah kulit telapak tangan berkontraksi dan mengeras dari waktu ke waktu.

Keloid; salah satu jenis bekas luka yang menjadi momok (wikipedia)

Untuk membantu mencegah kondisi tersebut, Iyer dan rekan-rekannya di The University of Western Australia, Fiona Wood Foundation dan Royal Perth Hospital Burns Unit,, bersama-sama dengan Pharmaxis Ltd, (semua di Australia) sedang mengembangkan senyawa yang menghambat enzim yang disebut lysyl oksidase, atau LOX . Selama pembentukan bekas luka, enzim ini memungkinkan kolagen yang terlibat dalam penyembuhan luka untuk crosslink. ikatan ini mendasari proses biokimia mendasar yang mengarah ke pembentukan bekas luka, kata Iyer.

Tujuan Penelitian

“Selama proses terbentukanya luka, bentuk awal kulit kita tidak akan kembali sehingga meninggalkan jaringan baru yang secara fungsional terganggu,” ia menjelaskan. “Jadi tujuan kami adalah untuk menghentikan bekas luka dari awal dengan menghambat LOX. Kami telah beruntung dapat bekerjasama dengan perusahaan farmasi Pharmaxis, yang merancang senyawa baru dan molekul kecil yang sangat selektif sehingga memungkinkan pembentukan struktur jaringan kulit secara normal setelah luka pulih.”

Image result
Proses Cross linking Collagen yang Menyebabkan terbentuknya Bekas Luka (physiology)

Metode Penelitian

Tim telah menguji molekul mereka menggunakan “Scar-in-a-jar” model, yang meniru pembentukan proses pembentukan luka. Singkatnya, teknik ini melibatkan kultur fibroblast manusia dari jaringan luka dalam cawan petri. Sel-sel akan bereproduksi secara berlebihan dan mensekresi kolagen, sebagaimana dalam luka nyata. Dalam studi tersebut, para peneliti menambahkan LOX inhibitor sebagai kultur dari pasien dengan Dupuytren, keloid dan jaringan luka lainnya, dan mendeteksi perubahan menggunakan dua-foton mikroskop yang dikombinasikan dengan analisis biokimia dan imunohistokimia.

“Data awal menunjujkkan bahwa inhibitor lysyl oxidase mengubah struktur kolagen dan mengembalikan ke struktur kulit yang normal,” kata Iyer. “Setelah validasi in-vitro dilakukan, kemanjuran senyawa ini akan diuji dalam model babi dan tikus. Tergantung pada keberhasilan studi hewan dan kemanjuran dari senyawa tersebut, percobaan manusia dapat dilakukan dalam beberapa tahun.”

Tujuan utama peneliti adalah untuk membantu pasien yang mengalami luka parah dan luas, tapi Iyer mengatakan bahwa inhibitor potensial ini dapat digunakan untuk tujuan kosmetik juga.

 

Sumber: https://www.sciencedaily.com/releases/2016/08/160821093040.htm

Fajar Budi Laksono

Pelajar di Pukyong National University. Suka bermain game dan menggambar.