MTProto, Kunci Keamanan Layanan Chat Telegram

Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) Indonesia memblokir Telegram. Alasan utama dari pemblokiran ini adalah karena layanan ini sering digunakan sebagai media penyebaran paham radikalisme.

Tentu saja ada banyak pro kontra terhadap pemblokiran ini, karena Telegram punya banyak manfaat positif dibanding dampaknya berupa penyebaran paham terorisme.

Ada banyak organisasi positif yang sering mengadakan Kulgram, pula ada banyak startup fintech, pembuat bot, dll yang platformnya di Telegram. Selain itu layanan yang diberikan memiliki fitur lebih, terutama berkaitan dengan kecepatan dan keamanan pesannya.

Terlepas dari pro kontra pemblokiran Telegram ini, satu hal yang patut kita perhatikan adalah teknologi yang digunakan, sehingga layanan pesan nya memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi.

Jawabannya ada pada protokol MTProto.

MTProto dan Telegram

MTProto adalah protocol yang dipakai oleh Telegram, yang dapat menjamin keamanan dan menjamin pengiriman chat yang lebih cepat meskipun kondisi internet kurang bagus. Algoritma protokol MTProto ini terus dikembangkan oleh Telegram bersama dengan komunitas open source untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Ide dasar dari protokol ini adalah untuk memberikan proteksi maksimum dengan bantuan enkripsi terhadap transmisi data pengguna.

Berikut ini adalah diagram teknis dari algoritma MTProto:

MTProto menggunakan kombinasi algoritma enkripsi AES, metode Diffie-Hellman, dan fungsi hashing.
Saat mengenkripsi dengan algoritma AES, urutan prosedur dan transformasi diterapkan pada data menggunakan kunci kriptografi khusus. Dengan metode ini, bahkan pesan yang dicegat di tengah jalan tidak bisa diuraikan.

Dengan demikian, protokol MTProto tidak hanya menyediakan saluran komunikasi yang aman tetapi juga mengenkripsi data yang ditransmisikan sehingga hanya orang yang terlibat pertukaran data yang bisa membaca informasinya.

Tahun 2014-2015 lalu, Telegram juga mengadakan kontes untuk menembus sistem enkripsi mereka dengan hadiah sebesar $300.000. Namun sampai kontes ini berakhir, tidak ada yang dapat menembusnya.

Hebat? Iya.

Tapi tentu saja MTProto bukan tanpa cela, tahun 2015 lalu seorang secutiry researcher dari Aarhus University mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai studi teoritis kelemahan dari protokol MTProto ini.

Demikian…

Terlepas dari kasus pemblokiran Telegram di Indonesia, protokol MTProto yang mereka kembangkan merupakan teknologi yang benar-benar hebat.