Pi Day, Wujud Kekaguman Pada Kecantikan Bilangan Pi

Hampir setiap hari kita melihat bangun lingkaran, mulai dari kaleng minum, toples, penampang pulpen, roda motor dan masih banyak lagi lainnya. Bagi orang-orang awam, bangun lingkaran tersebut mungkin biasa saja, tetapi tidak demikian bagi orang-orang yang memiliki cukup curiosity—terkhusus pada bidang matematika, bangun lingkaran adalah hal yang benar-benar luar biasa. Keluarbiasaan itu tidak terlepas dari satu bilangan ajaib yang selalu menyertainya, yaitu bilangan pi. Mengingat hari ini adalah pi day, langsung saja yuk kita pelajari uniknya lingkaran dan bilangan pi ini.

Bangsa Mesopotamia Kewalahan dengan Bangun Lingakaran

Menurut catatan sejarah, sejak Piramida Besar dibangun di Mesir (2600 SM) sampai puncak peradaban Babilonia (575 SM), orang Mesir kuno dan Babilonia (Bangsa Mesopotamia) telah dikenal sebagai ahli ukur bumi. Jasa ahli ukur bumi dibutuhkan dalam menentukan luas wilayah tanah yang dimiliki oleh seseorang, karena penanda tanah sederhana seperti batu tidak tetap dan mudah sekali untuk berpindah tempat.

Umumnya wilayah tanah yang dimiliki memiliki bentuk bangun sederhana, seperti segitiga, persegi empat, dan jajar genjang. Namun tidak sedikit pula wilayah tanah yang berbentuk lingkaran. Untuk bangun sederhana, pengetahuan ahli ukur bumi Bangsa Mesopotamia dapat dengan mudah mengukur luasnya, tetapi tidak untuk bangun lingkaran.

Dapat dibayangkan betapa peliknya permasalahan bangun lingkaran ini. Sekalipun bangsa Mesir kuno dapat membangun piramida, tetapi mereka belum mengerti bagaimana cara menghitung luas lingkaran dengan baik.

Lingkaran dan Bilangan Pi

Seiring berjalannya waktu, para ahli zaman itu mulai menyadari bahwa luas dan keliling lingkaran bergantung pada jari-jari atau diameter lingkaran tersebut. Keliling lingkaran didapatkan dengan mengalikan panjang diameter lingkaran dengan suatu bilangan. Bilangan itulah yang di zaman modern disebut dengan pi.

Bangsa Semit menaksir pi = 3, bangsa Mesir Kuno menaksir pi = 3,16, sedangkan bangsa Mesopotamia menaksir pi = 3,125. Satu hal yang pasti adalah bahwa nilai pi itu masih belum tepat. Lebih jauh lagi, melalui analsis kalkulus oleh Heinrich Lambert diketahui bahwa pi adalah sebuah bilangan irasional, artinya ia tidak dapat dinyatakan secara tepat sebagai sebuah bilangan pecahan ataupun desimal berulang. Ia adalah bilangan yang tidak punya ujung dengan pola angka yang tidak teratur.

Bilangan Pi Yang Cantik dan Misterius

Pada zaman sekarang telah diketahui ribuan digit dari bilangan pi, yang singkatnya diawali dengan tiga digit sakralnya, yaitu 3.14.

Untuk apa orang-orang repot mencari tau nilai bilangan pi? Salah satunya adalah karena angka-angka pada bilangan pi begitu cantik ketika divisualisasikan. Berikut adalah beberapa karya luar biasa yang didasarkan pada visualisasi bilangan pi.

Pi dots (washingtonpost)
Pi visualisation by Cristian Vasile (washingtonpost)
Bremer’s graphic (washingtonpost)
Bremer’s graphic of pi (washingtonpost)

Kecantikan Bilangan Pi dan Ekspresinya dengan Pi Day

Selain itu, alasan lain adalah karena kecantikan bilangan pi masih menyimpan begitu banyak misteri, dan misteri itu semakin menarik ketika ditelusuri. Berikut salah satunya, misteri antara bilangan pi, phi, dan e, yang pada tempat desimal tertentu memiliki digit yang sama.

pi, phi, dan e (youtube)
pi, phi, dan e (youtube)

Lalu enam digit angka sembilan yang muncul pada digit ke-762 bilangan pi, yang biasa disebut dengan Feynman Point.

Feynman point (awesci)
Feynman point (luckycatcomics)

Demikianlah gambaran kecantikan dan kemisteriusan bilangan pi. Dengan digit-digitnya yang luar biasa, sudah seharusnya kita mengaguminya. Secara internasional kekaguman terhadap bilangan pi diekspresikan dalam peringatan hari pi (Pi Day), yang didasarkan pada tiga digit awal bilangan pi (3,14) yaitu pada bulan ke-3 (Maret) tanggal 14. Waw!!! So, selamat mengagumi hari pi.

Salam penggagas!

Fajrul Falah

Amateur physicist and science writer