Merevolusi Sektor Pendidikan Dengan Ruangguru.com

Dulu kita pikir belajar menggunakan laptop sudah sangat canggih. Memutar video dan mengikuti arahannya untuk mengerjakan soal, rasanya sudah jadi siswa paling canggih satu sekolah. Tapi sayangnya ini sudah tahun 2016, kamu harus upgrade cara canggih kamu dalam belajar. Tidak masalah kalau kamu belum familiar dengan istilah edtech. Tapi jangan mau terus-terusan buta dengan potensi startup edukasi di Indonesia. Minimal kamu tau apa itu ruangguru.com, yakin deh kamu udah mulai kembali ke jalur menjadi siswa paling canggih satu sekolah. Dan mengetahui seberapa revolusionernya startup ini untuk Indonesia, tentu membuat kita terpacu.

Seberapa Revolusionernya Ruangguru?

Kalau menurut kalian Uber, GoJek, Airbnb sudah cukup revolusioner, seharusnya Ruangguru juga tidak kalah. Mulai sebagai online marketplace sebagai sarana untuk menyediakan tutor privat untuk mereka yang butuh tambahan pelajaran di luar sekolah. Sudah memiliki 150,000 users dan 300,000 orang di komunitasnya, membuat Adamas Belva Syah Devara selaku CEO Ruangguru membuat target besar di tahun ini untuk menambah angka-angka tesebut hingga menyentuh 1 juta.

Menariknya adalah di tahun-tahun awal Ruanggur beroperasi, Devara menjalankan tim secara remote karena waktu itu dia masih di US. Coba tebak dimana dia kuliah, yap Stanford…dan Harvard *woah. Bisa dibayangkan betapa sulitnya. Tapi selamat, mereka bisa sampai di sini sebagai startup yang sukses dan terus tumbuh.

Sekarang, Ruangguru sudah menjelma menjadi Learning Management System platform yang jauh lebih canggih lagi dan pastinya semakin revolusioner. Memungkinkan guru yang terdaftar untuk membuat konten dan tugas sekolah via platform untuk murid. Sebuah latihan ujian yang bisa dikerjakan di desktop atau mobile. Devara mengatakan kalau sistem ini adalah “Uber untuk para tutor”.

“Aplikasi Ruangguru mengijinkan murid untuk memfoto soal yang dia anggap sulit dan menguploadnya. Setelah itu guru dapat memberikan arahan untuk menjawab via chat atau bahkan audio call,” Devara menjelaskan.

Dan inovasi masih terus belanjut. Karena Ruangguru masih akan menambah jajaran produk yang akan diluncurkan tahun ini.

Fitur ruangguru
Salah satu fitur di Ruangguru.com

Apa Selanjutnya?

Mempunyai gelar MBA di Stanford University dan MPA di Harvard University, kombinasi kelewat mantap ini memiliki pengaruh yang luar biasa pada diriĀ Adamas Belva Syah Devara untuk memberikan arah kedepan bagi perusahaan. Tentu dengan bantuan Iman Usman selaku sahabat dan co-founder.

Menurutnya, kerjasama dengan pemerintah sangatlah vital. Ruangguru sedang menjalankan program kerjasama dengan pemerintah daerah seperti Jakarta, Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Mereka memiliki cukup banyak team yang siap terbang ke seluruh penjuru Indonesia demi mengamankan kerjasama dengan berbagai sekolah di seluruh Indonesia. Yang menurut Devara langkah ini adalah efficient user acquisition engine untuk mereka.

Jadi untuk tahap selanjutnya Ruangguru akan berusaha mengakuisisi pengguna sebanyak-banyaknya lewat Learning Management Sytem di platform mereka, kerjasama dengan pemerintah, dan effort mereka pada pengembangan bisnisnya. Setelahnya, mereka akan berusaha untuk meng-convert pengguna mereka menjadi paying customers.

Challenges

Menjalankan sebuah startup educational technology memiliki tantangannya tersendiri. Kurangnya awareness antara orangtua dengan platform ini, karena pengetahuan akan teknologi yang masih kurang di kalangan orang tua. Dimana merekalah kunci dari iya atau tidaknya seorang murid akan memakai produk yang ditawarkan oleh Ruangguru.

Itulah tantangan yang dihadapi oleh Ruangguru, dimana berbeda dengan pengalaman e-commerce karena mereka menjual langsung ke generasi millenial. Tantangan startup edtech adalah karena mereka harus berhadapan langsung dengan para orang tua sebelum mendapatkan target user mereka. Itulah mengapa mereka harus mengedukasi pasar terlebih dahulu dan memberitahukan tentang Ruangguru. Walaupun sudah memiliki website yang berfungsi dengan baik, para orang tua masih setia dengan telpon mereka untuk menghubungi Ruangguru.

Tetapi mengetahui bahwa faktanya dana yang dikeluarkan oleh sebuah keluarga yang terbesar adalah pada kebutuhan edukasi anak-anaknya, membuat Ruangguru melihat ada sebuah kesempatan unik untuk terus mendalami pasar.

Begitupun dengan pemerintah Indonesia yang lebih prefer untuk bekerja dengan startup lokal ketimbang dari luar negeri. Karena mereka juga mewaspadai blow up dari media setempat. Juga untuk menjaga data sensitif dari jangkauan pihak luar. Untuk itulah Ruangguru menganggap ini sebagi sebuah kesempatan emas demi menjalin ‘kerjasama yang solid dengan pemerintah. Karena Ruangguru dibuat oleh orang Indonesia dan untuk orang Indonesia.

Mengubah sektor pendidikan di Indonesia untuk lebih melek teknologi harus segera dilakukan. Itu semua demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena masih banyak sekolah yang memberikan PR dan tugas sekolah melalui buku saja. Tentu saja itu tidak buruk, hanya kurang efektif jika harus dilakukan terus menerus tanpa adanya perubahan.

Pemerintah sudah begitu banyak mengeluarkan dana untuk mendukung banyak sekolah dengan menyediakan komputer yang bagus untuk mereka. Namun kurangnya software untuk pendidikan inilah yang dinilai membuat usaha pemerintah jadi kurang berguna.

“Kita memiliki teknologi dan produk yang tepat. Pertanyaannya seberapa cepat kita bisa mengakuisisi para pengguna ini selagi mereka masih ‘hijau’. Pemerintah sudah menyediakan hardwarenya, tapi tidak dengan softwarenya, hanya masalah siapa yang lebih cepat dapat memanfaatkan pangsa pasar inilah yang akan menang,” katanya.

“Ini adalah kesempatan langka dan kita ada di posisi yang baik untuk ini, supaya pendidikan di Indonesia lebih melek teknologi,” tutupnya.

e27

Adith Widya Pradipta

Suka startup, tapi gak punya startup. Suka teknologi, tapi gakbisa coding. Makanya nulis dulu aja kali, ya?