Hukum Termodinamika, Alasan Kenapa Sebaiknya Kamu Tak Mudah Percaya dengan Ide Free Energy

Inovasi dan penemuan baru tak pernah ada habisnya di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Tiap hari, ide-ide baru bermunculan menawarkan solusi dari permasalahan yang ada.

Menarik sekali sebenarnya.

Tapi…
Sebaiknya anda tidak mudah wah dengan ide-ide baru ini. Kagum boleh, tapi tetap harus kritis. Salah satu yang harus kita kiritisi adalah ide free energy, yang sempat ramai lagi beberapa waktu ini.

Tim mahasiswa dari UNAIR baru saja menciptakan PIONEER (Spin Magnet Generator) Pembangkit Listrik Free Energy, Zero Emission, dan Portable. Karya ini juga disebut sebagai ‘Pembangkit Listrik Tanpa Energi’.

 

Mengutip penjelasan dari tim tersebut, “Prinsip kerja dari PIONEER ini cukup sederhana, yaitu memanfaatkan gaya dari arah flux magnetic yang berlawanan sebagai sumber energi listrik. Alat ini dapat menghasilkan energi listrik lebih besar dari energi masukan yang digunakan sehingga efisiensi penggunaan listrik lebih besar,”

Sebenarnya masih belum jelas bagaimana mekanisme kerja alat ini. Tapi soal klaim yang diberikan bahwa alat ini dapat menghasilkan energi listrik lebih besar dari energi masukan, hukum termodinamika berkata ini tidak mungkin.

Hukum Termodinamika

Termodinamika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang energi (termasuk kalor dan kerja) dari suatu sistem beserta transformasinya. Hukum pertama Termodinamika mengatakan, “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya bisa berubah bentuk”

 

Kenyataannya, hukum termodinamika ini masih berlaku sampai sekarang. Bahkan dalam tinjauan fisika kuantum (di mana biasanya banyak hukum fisika ‘yang berbeda’), hukum termodinamika ini masih tetap berlaku.

Maka tidak benar ketika ada yang bilang bisa menghasilkan energi keluaran lebih besar daripada energi masukan… karena artinya dia hendak menciptakan energi tambahan, mematahkan hukum termodinamika!

Saya sudah mencoba mencari sumber lain yang menjelaskan cara kerja alat PIONEER ini secara lebih lengkap, tapi isi beritanya sama semua. Foto alat yang ada di atas pun belum menjelaskan banyak.

Spin Magnet Generator, alat ini akan menghasilkan listrik dari perputaran magnet memanfaatkan gaya dari arah flux magnetic yang berlawanan sebagai sumber energi listrik…

Ini hal biasa sebenarnya, karena memang begitulah prinsip umum dari sebuah generator, turbin memutar magnet yang dilingkupi kumparan (bisa dibalik) untuk menghasilkan listrik. Tapi, generator biasa ini tidak bisa menghasilkan energi keluaran yang lebih besar daripada energi masukan lho, jadi tentu bukan generator biasa seperti ini yang mereka maksud.

Mungkin, alatnya serupa dengan ini:

Kalau terlalu rumit, ini bentuk yang lebih sederhana (secara prinsip sama), hanya menggunakan kipas komputer dan magnet:

Mungkin semacam ini yang mereka maksud. Energi masukan hanya dibutuhkan untuk memutar di awal, dan selanjutnya turbin (kipas) berputar terus karena ada dorongan magnet, sehingga dapat menghasilkan energi keluaran yang lebih besar.

Maka, ketahuilah bahwa video tersebut hanya tipuan belaka.

Selain karena adanya gesekan yang akan menghentikan putaran, magnet tersebut tidak bisa memutar kipas secara kontinyu. Magnet memang akan mendorong bilah kipas di depan dan menarik bilah kipas di belakang, tapi ini tidak bisa membuat kipas berputar secara kontinyu.

Sementara video di atas menunjukkan kalau kipas dapat berputar makin lama makin cepat, kemungkinan ada sumber energi yang disembunyikan di sana. Tanpa adanya sumber energi, gerakan kipas itu akan terhenti.

Sebagai tambahan, saya juga pernah dibuat kagum dengan video tersebut dan sudah pernah mencobanya sendiri. Saya sudah membuatnya lengkap dengan kipas dan magnet-magnetnya, tapi kipasnya tidak bisa berputar. Lalu saya mencari magnet yang lebih kuat lagi, tapi hasilnya tetap sama saja. Sampai saya menyadari kalau alat ini tidak mungkin terwujud.

Masih Ada Lagi

Selain karya di atas, ternyata juga ada tim mahasiswa lain yang karyanya berhubungan dengan free energy dan putaran magnet lagi. Karyanya bernama KTM (Kincir Tenaga Magnet).

Cara kerjanya, mula-mula kincir digerakkan dengan bantuan dinamo yang diputar oleh tenaga listrik dari aki. Saat kincir memutar itu terdapat GGL Induksi yang dihasilkan oleh perputaran magnet dalam piringan yang berbenturan dengan kumparan kawat pada kerangka KTM. GGL Induksi ini yang kemudian menghasilkan listrik dan disimpan pada aki.

”Selanjutnya aki akan memutar dinamo dengan energi listriknya, dan dinamo menggerakkan kincir, begitu seterusnya,” jelas ketua tim.

Skemanya seperti ini:

Menarik sekali, siklus yang akan berjalan terus menerus.

Tapi, mari kita tinjau lagi dari sisi termodinamika, konversi energinya.

Katakanlah pada mulanya energi listrik di aki sebanyak 100. Energi ini digunakan untuk memutar generator dan terbuang sebanyak 20 menjadi energi panas dan bunyi, masih sisa 80. Energi ini kemudian digunakan sebanyak 60 untuk menggerakkan kincir, dilepas sebagai energi bunyi dan panas. Sehingga hanya ada 20 yang masih disimpan sebagai energi listrik untuk disimpan di aki. Tentu saja, ini tidak akan bisa melanjutkan siklus lagi.

Angka di atas hanya angka khayalan saja, yang hendak saya sampaikan adalah bahwa ada banyak sekali energi listrik yang dilepas pada proses tersebut. Energi listrik yang dihasilkan oleh putaran kincir akan sangat kecil, dan tidak bisa digunakan untuk meneruskan siklus ini.

It’s a perpetual motion, tidak mungkin terjadi.

Demikian…

Tulisan ini hanyalah tinjauan dari sudut pandang hukum termodinamika, tak ada maksud lain. Saya pun belum mengetahui lebih jauh mengenai prinsip kerja alat-alat ini, mungkin saja ada beberapa poin yang belum saya tahu sehingga pembahasan saya keliru. Tapi hukum termodinamika memang benar demikian adanya, kita tidak bisa menciptakan free energy.

Pencarian Free Energy

Sejarah pencarian energi gratis ini erat kaitannya dengan usaha membuat sebuah perpetual motion machine (alat yang bisa bergerak secara abadi) yang telah dilakukan sejak dulu kala.

Perpetuum Mobile of Villard de Honnecourt (about 1230)
Overbalanced wheel and war machines, by Taccola
Boyle’s perpetual motion scheme
Orffyreus’ Mersseburgische Perpetuum Mobile

Tapi kenyataannya, perpetual motion itu tidak mungkin terjadi, begitu juga dengan free energy. Hukum termodinamika membatasinya.

Berikut salah satu pembahasan mengenai ketertarikan orang-orang dengan divais yang bisa menghasilkan listrik secara gratis, beserta penjelasannya.

Free Energy Yang Lain

Tapi sebenarnya kita bisa kok mendapatkan free energy yang lain, dengan catatan kita perlu mengganti definisinya. Free energy, dibilang free karena kita tidak perlu biaya untuk mendapatkan sumber energi yang akan diolah.

Dengan demikian  energi surya, energi geothermal, energi air terjun, dan lain sebagainya masuk dalam kategori energi gratis ini. Namun walaupun sumber yang diolah gratis, investasi pembangunan yang perlu digunakan tidak gratis lhoo, membangun pembangkit listrik geothermal, air terjun, dll itu pun butuh biaya.

Cukup untuk pembahasan kali ini.

Kesimpulannya:

Bagaimana pun juga, karya yang ditorehkan oleh mahasiswa-mahasiswa di atas perlu kita apresiasi, tanpa mengesampingkan sikap kritis dalam menyerap kabar dari sebuah media, terutama yang tersebar cepat lewat media sosial.

Inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mau berkarya lebih baik lagi. Di mana ada tekad, pasti ada jalan yang akan tersedia.

Kalau ada tanggapan, sampaikan di kolom komentar ya!